Halaman Utama

 

 

 

Salam  sukses...

Perencanaan Sistem Monitoring

 

Kalau Anda perhatikan lebih jauh dibalik bagaimana sebuah mesin bekerja secara terprogram dan termonitor secara baik kita pasti tahu didalamnya mempunyai perangkat keras (hardware) dan lunak (software) .  Kedua perangkat ini mempunyai andil besar bagaimana mesin beroperasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

 Sebagai contoh misalnya... sebuah motor pompa bekerja dengan kontrol star delta sebagai sistem pengendali motor.  Kontrol elektris star delta dibentuk  secara sederhana dengan tombol start stop. Ditambah kemudian kontrol beban sebagai pengaman motor, dan sensor panas pada motor sebagai proteksi gulungan motor.  Jika kebutuhan untuk mengetahui berapa besar ampere beban yang dibutuhkan oleh sebuah unit motor sangat dibutuhkan juga... maka sangat dianjurkan untuk menggunakan sebuah kontrol ampere pada masing-masing phasa tegangan input.  contohlah sebuah Current Transformer untuk masing-masing phasa R, phasa S, dan phasa T.  Yang kedua software dipergunakan sebagai perangkat yang memberikan hasil baik pergerakan mesin ataupun berbagai informasi yang bisa ditampilkan dan dianalisa sehingga diperoleh suatu tujuan baik berupa laporan, tampilan grafik, sistem operasi dan monitoring sesuai yang diharapkan. 

Pada sistem elektris dengan jumlah motor pompa yang tidak terlalu besar, maka kita cukup mudah untuk membuat sistem kontrol dan sistem monitoringnya. Kenapa ? Coba perhatikan wiring sistem kontrol start delta pompa  kapasitas 40 HP berikut ....

Wiring diagram panel start delta disamping dirancang dengan tujuan sebagai kontrol motor dengan torsi awal yang cukup besar. Hanya  dibutuhkan perangkat kontaktor, timer , thermal overload dan push button. Tujuan pengontrolan adalah  "menggerakkan kerja kontaktor secara bergantian melalui timer " dengan push button untuk start dan stop. Aktivitas start dan stop dapat dilakukan secara manual dari panel ataupun melalui panel lain yang terintegrasi ke dalam modul control seperti PLC  ( Programmable Logic Controller ).

Sistem kontrol seperti ini sering anda jumpai pada unit-unit mesin yang sederhana baik jumlah mesin maupun pengontrolan. Namun apabila melihat pada kapasitas lain yang lebih besar seperti kemudahan monitoring seperti kapan tombol start dinyalakan,  kapan tombol stop ditekan, atau kapan terjadinya thermal overload dan kapan temperatur gulungan motor melebihi setting temperatur maka  anda akan perlu melibatkan beberapa sistem monitoring tambahan . Maka kehadiran software monitoring  ( informasi ) menjadi hal yang sangat penting.

Bisa anda bayangkan jika sistem yang cukup besar dengan melibatkan banyak sistem , baik jumlah unit mesin, dan kompleksitas monitoring seperti gambar berikut .... jika tanpa monitoring system

   

 ( Gambar perangkat hardware sistem kontrol pompa tangki )

Maka akan diperoleh akibat pada  ketidak efisien sistem, pemborosan energi listrik, kesulitan memonitor aktifitas kesalahan dalam operasional, dsb.

Perancangan Sistem Monitoring dan Automation System

 

Monitoring dan Automation System  merupakan sistem yang difokuskan pada kegiatan  pengawasan seluruh aktivitas sistem,  untuk tercapainya  sasaran / tujuan  dalam hal  kapasitas,  efektifitas kegiatan sistem, dan effisiensi , dengan menggunakan sistem dan perangkat  yang mampu menggantikan aktifitas  konvensional dengan  sistem komputerisasi.

 ( Animasi  sistem kontrol pompa tangki )

Sistem Monitoring ini akan memberikan kemudahan dalam hal :
1. Menampilkan data real time pompa termasuk status pompa (kapan on dan off, jam berapa status on dan off, pengguna dsb) .
2. Menampilkan laporan volume tangki secara menit, jam, harian yang akurat dan lengkap.
3. Melakukan perubahan setting volume tangki, kecepatan transfer water dan tekanan secara detail.

4. Mencetak berbagai bentuk laporan, seperti :
* Laporan operasional setiap saat ( real time)
* Laporan Produksi per shift
* Laporan Penggunaan Raw Material Stok harian
* Laporan Beban Listrik Plant ( Jangka waktu yang diinginkan)
5. Mencetak laporan alarm, troubleshooting  ( Jika Tiket Printer module menggunakan Smart card Reader) .
6. Mengetahui akses jaringan monitoring setiap saat yang bisa diakses lewat SMS/ HP atau " Remote Software " untuk mengakses operasional dari tempat yang jauh setiap saat.
7. Terkoneksi dengan software akuntansi ( Storage Tank Stock Administration) untuk laporan stock produksi.
8. Laporan penggunaan listrik bulanan sudah dilengkapi dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran operasional.
 

 

 ( Tampilan layar monitor secara real time )

I. Apa sebenarnya kelebihan sistem monitoring dan otomatisasi dibanding sistem kontrol konvensional ?

Sistem ini bisa diciptakan untuk mengontrol dan memonitor setiap kejadian dari sistem secara real time.  Anda bisa melakukan setting ataupun memonitor kapan terjadinya alarm, kapan mengaktifkan dan mematikan mesin dll. Dan lebih lengkapnya keseluruhan aktivitas  dapat dimonitor.  Bahkan anda bisa melakukan beberapa seeting beberapa kontrol sekaligus seperti membuat schedule, event, report, alarm ataupun beberapa setup dan parameter mesin.

Dengan ditambahkannnya sistem monitoring ini, maka otomatis berbagai gangguan selama mesin beroperasi akan diperkecil dan dengan database yang tercatat dakam sistem monitoring akan dengan mudah untuk melakukan tracing / pelacakan kesalahan pada  sistem baik dalam skala jam, harian, mingguan atau bahkan bulanan, melakukan editing dan transferring data informasi ke seluruh sistem monitoring anda mudah melalui jaringan ethernet.

Bagaimana membuat sistem monitoring ?  

Perangkat Hardware :

Sejumlah persiapan untuk membentuk perangkat harware yang mendukung sistem monitoring haruslah diperinci terlebih dahulu hal tentang ,

1. Identifikasi sistem yang hendak dimonitor. Sebagai contoh anda hendak melakukan sistem monitoring sistem overload dan alarm motor pompa, maka anda harus mengindentifikasi wiring diagram elektrik motor mana saja yang hendak dimonitor. Sebagai contoh anda berkeinginanan untuk menampilkan grafik kerja ampere motor pompa dan memberikan tampilan informasi real time lain ( seperti volume tangki, kecepatan motor dsb )  yang hendak anda analisa.


2. Input sistem yang hendak dimonitor  dan output sistem yang dinginkan. Anda harus menentukan dimana saja penarikan kabel input pada wiring diagram elektrik yang akan dipergunakan sebagai sinyal input digital dan besaran  input analog lain seperti temperatur, ampere beban dsb. Data input digital maupun data analog  bisa bisa diambil dari  wiring diagram berikut :

  

( Gambar Wiring Diagram Sistem Kontrol Star Delta )

Pada wiring diagram star delta tersebut saya mengaggap bahwa anda sudah memahami cara wiring kontrol elektrik ( jika belum silahkan membaca e-book saya panduaninstalasi industri dan komersial ). Pengambilan input kontrol pada wiring diagram bisa dilakukan dengan tambahan sebuah relay ( yaitu pada contact point relay ) atau hanya dengan komponen kontaktor ( pada contact point contactor  KM1 ) pada kontrol start delta yang ada, tergantung bagaimana design kontrol  awal anda membuatnya. Bisa juga anda menambahkan input data dari contact point thermal overload ( kode F1 pada gambar ) yang ada.

3. Penentuan modul Remote Terminal Unit sebagai unit terminal untuk mengendalikan, mengakuisisi data, penerima sinyal input unit, dan selanjutnya mengirimkan data tersebut ke control centre.  Contoh dari RTU yang ada di pasaran bisa anda pakai sebagai pilihan.

Perangkat Software :

Sedangkan perangkat lunak dapat berupa apllikasi HMI (Human Machine Interface), OPC (OLE for Process Control) dan applikasi lain untuk kebutuhan data loging (..yang dalam perkembangannya semua applikasi ini sudah menjadi satu dengan applikasi HMI-nya ).

Perangkat software mempunyai fungsi dan tugas komunikasi data yaitu untuk melakukan perubahan / setting data input dan output, mencetak berbagai bentuk laporan alarm, troubleshooting. Melakukan akses jaringan monitoring setiap saat dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran operasional. Perangkat ini dapat dipantau dari station server maupun station client.
 

Tugas penting yang harus dipersiapkan dalam software anda untuk membuat sistem monitoring dan kontrol sesuai konsep komunikasi data adalah :
- Pengaturan komunikasi serial di PC (baud rate, stop bit, start bit, dll)
- Pengaturan komunikasi serial di PLC, masing – masing vendor punya aturan pengaturan sendiri – sendiri.
- Perancangan protokol komunikasi PC – PLC, misal : dengan membuat program sendiri atau menggunakan software yang sudah ada.

Perancangan software untuk monitoring data dapat menggunakan salah satu dari beberapa software yang anda kenal seperti Delphi, Visual Basic, Visual C++ atau dengan menggunakan software aplikasi data akuisisi yang sudah jadi seperti Wonderware, LabView atau lainnya. Sedangkan penyimpanan data dapat dengan menggunakan fasilitas yang ada pada software database MySQL dan disimpan pada database PC Server yang bisa diakses dengan aplikasi software yang anda pakai.

      

Visual Basic for Application merupakan implementasi dari bahasa pemrograman Visual Basic 6 yang berifat event-driven dan diasosiasikan secara integrated development environment. (IDE) yang terintegrasi pada sebagian besar4 apilkasi Microsoft Office. VBA bersifat event-driven ( dikendalikan oleh event ) yang merupakan suatu paradigma pemrograman dimana alur program ditentukan oleh even-event, contohnya sensor ouput, aksi pengguna yaitu klik mouse atau menekan tombol, dan juga pesan yang diterima dari program lain yang dapat menjadi pemicu (trigger ).

Boorland Delphi adalah suatu bahasa pemrograman yang memberikan fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan program ini terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik, serta diperkuat dengan pemrogramannya yang terstruktur. Selain dapat dijalankan pada aplikasi berbasis Windows, Boorland Delphi menyediakan fasilitas object yang kuat dan lengkap yang memudahkan programmer membuat program. Format database yang dimiliki Delphi adalah format MS.Access, SyBase, SQL dan lain-lain.

II. Setting Komunikasi pada HMI

Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan maka sejumlah langkah diperlukan untuk melakukan analisa data akuisisi maka perangkat software driver dan utility dengan fungsi utama mengontrol sejumlah hardware agar bisa dibaca oleh komputer, bahkan untuk pengembangan aplikasi sistem haruslah anda persiapkan terlebih dahulu. Instalasi Driver membantu komunikasi data dari hardware dan komputer.  

Driver sangat berguna agar Windows atau sistem operasi yang kita pakai di komputer bisa berkomunikasi dengan periperal atau hardware di komputer kita.

Driver adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada komponen perangkat lunak yang mengizinkan sebuah sistem komputer untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat keras. Sebagian besar perangkat keras, tidak akan dapat berjalan atau sama sekali tidak dapat berjalan tanpa driver yang cocok yang terinstal di dalam sistem operasi.

2.1. Initialisasi Port

Langkah pertama adalah menentukan baudrate (bps) atau kecepatan clock agar data anda yang masuk sesuai dengan data yang dikirimkan.  Seperti yang anda lihat pada gambar berikut.

2.2. Menentukan Port.

Langkah ini sangat penting agar tidak terjadi salah komunikasi bahkan sistem tidak bisa bekerja normal. Memastikan bahwa port yang terhubung dengan modul modul kontroller mempunyai kesamaan lokasi port pada software utility. Komunikasi pada sistem komputer anda bisa secara serial yaitu dengan menggunakan port com1, com2 dan seterusnya.  Gunakan utility data communikasi  dan installlah terlebih dahulu ke PC anda. Selanjutnya Anda bisa menggunakan com1 sebagai communication port, LPT1 sebagai port printer dan port 2 sebagai port modul digital I/O. Untuk mengetahui port yang dipergunakan dan sudah terinstall di PC anda, anda bisa melakukan pengecekan pada Menu System PC dan Klik Device Manager, kemudian akan anda dapatkan tampilan seperti berikut :

GAMBAR5

 Langkah menentukan nomor port komunikasi ini mempunyai tujuan :

  • Mengadakan hubungan dengan serial port PC
  • Berhubungan dengan alat komunikasi lain (contoh : modem atau HUB Controller )
  • Melakukan pertukaran data
  • Memonitor dan merespon event dan error yang terjadi pada hubungan serial

Apabila belum terjadi koneksi yang benar, lakukan ulang instalasi driver yang anda pergunakan dengan install  / upload software utility untuk driver port yang akan anda install ke PC. Seperti terlihat pada gambar berikut :

GAMBAR6

2.3. Menentukan Baudrate

Langkah berikutnya setelah inisialisasi dan penentuan port, adalah menentukan baudrate. Baudrate adalah kecepatan transfer antara mesin ( module controller ) dan komputer. Ada lima jenis pilihan 115200, 9600, 19200, 38400, 57600 bit / detik. Untuk RS232 direkomendasikan memakai 115200, dan untuk RS485 direkomendasikan menggunakan 9600 bit/detik.

Bagaimana data yang terkirim dari modul-modul mikrokontroler bisa dibaca oleh komputer ? Sehingga komputer secara otomatis membaca perangkat hardware yang akan anda pergunakan. Sampai dengan langkah ini apakah anda sudah memahami bagaimana dasar pembacaan komputer terhadap data hardware anda ?

Jika semua proses tersebut berjalan dengan normal, maka data hardware yang anda pergunakan akan secara otomatis terdeteksi oleh software utility communication yang kemudian menampilkan keseluruhan data input dan output. Pada bagian selanjutnya  andalah yang akan menentukan pengalamatan I/O anda sehingga terjadi komunikasi dua arah antara data input dan data output yang anda pakai.

Pada proses otomatisasi industri - PLC merupakan kontroler utama yang melakukan proses mulai dari squential proses, pengolahan data, sampai dengan proses pengiriman data.  

 

III.  Komunikasi Data dan Pengolahan Data

Jenis komunikasi data yang bisa dipergunakan :

Agar semua sistem dapat diintegrasikan dengan benar, maka pada perancangan hardware  dibutuhkan setting konfigurasi pada modul-modul tambahan selain CPU. Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik, maka sistem anda harus sudah terinstall DRIVER komunikasi. Beberapa driver komunikasi yang paling sering dipakai disebutkan dalam list berikut :

http://www.kepware.com/Products/products_OPCServers.asp

Jika proses install driver utility anda berjalan normal, maka jenis driver yang anda pergunakan dalam sistem akan secara otomatis muncul di software utility communication driver. Selanjutnya jika anda telah menggunakan berbagai teknologi komunikasi data dalam HMI anda anda pasti mengetahui bahwa Teknologi industrial komunikasi data juga terus berkembang dengan munculnya OPC (OLE for Process Control; OLE = Object Linking / hubungkan & Embedding / tanamkan). Object Linking and Embedding (OLE) adalah teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft dimana sejumlah dokumen bisa dicampur atau disambungkan dengan dokumen lain ataupun obyek lain. Bagi para pengembang sistem data, OLE sangat membantu dalam pengembangan HMI dengan object yang makin lengkap. Anda bisa menyisipkan linked atau embedded objects pada projek gambar Anda untuk menambahkan informasi dari aplikasi lain. Anda dapat menambahkan movies, spreadsheets, formatted documents, dll.

Sebagai contoh :

Dalam aplikasi HMI dengan Visual Basic OLE (Object Linking and Embeeding) merupakan  salah satu kontrol di Visual Basic yang bisa kita manfaatkan untuk menjalankan aplikasi di luar Visual Basic dalam Form Visual Basic. Misal kita ingin menambahkan Microsoft Word didalam Form Visual Basic kita, kita bisa memanfaatkan OLE ini, contoh kontrolnya dapat dilihat pada gambar sebelah.

 

3.1. Sistem Komunikasi Data

Komunikasi data menjadi sangat penting ketika sistem yang kita monitor memiliki banyak station dengan jarak kabel yang ditarik untuk menghubungkan mesin yang hendak dimonitor dan kontrol sentral.  Komunikasi data hendaknya terhindar dari hal-hal yang bisa menimbulkan gangguan komunikasi data seperti gelombang listrik di dekat kabel data serta jarak tarikan kabel komunikasi data. Juga mengingat bahwa tegangan yang cenderung akan menurun dengan semakin jauh penarikan kabel data.  Maka diperlukan perangkat komunikasi data dengan kemampuan kecepatan pengiriman data, serta kemampuan koneksi jaringannya yaitu dengan menggunakan gabungan converter dari RS232 ke RS 422/485 atau sebaliknya.

Sistem komunikasi yang ada adalah 2 macam yaitu: komunikasi serial dan paralel. Komunikasi data secara parallel yaitu Komunikasi banyak data (64 bit, 32 bit, 16 bit, 8 bit, 4 bit) yang dilakukan secara langsung dalam waktu bersamaan melalui banyak jalur (kabel, PCB, fiber optical, dll). Komunikasi data secara serial yaitu komunikasi 1 buah data (1 bit) pada satu waktu.
Tidak banyak yang bisa dibahas untuk komunikasi data secara parallel sedangkan komunikasi secara serial telah mengalami berbagai perkembangan dan telah banyak jenisnya.

 

Sistem komunikasi terbentuk atas komponen hardware dan software. 

Sebagai Contoh :

1. Komponen Hardware : PLC yang digunakan adalah PLC Omron Sysmac CPM1 yang memiliki 12 masukan (0CH00-0CH11) dan 8 keluaran (10CH00-10CH07) dan terdapat fasilitas untuk melakukan hubungan komunikasi dengan komputer, melalui RS232 atau yang lebih dikenal dengan port serial. PLC Omron Sysmac CPM1A sudah dilengkapi sumber tegangan 24 VDC guna memicu masukan untuk bisa melakukan perubahan pada memori dan keluaran berupa relay.

2. Komponen Software yaitu dengan melakukan instalasi, konfigurasi dan eksekusi perangkat driver komunikasi yang anda pilih.

 

( Gambar Hubungan PLC dan Perangkat I/O dalam System Monitoring )

Seperti terlihat pada gambar hubungan system maka jumlah saluran channel yang dibutuhkan dalam suatu sistem monitoring sangat ditentukan dari besar dan kapasitas unit keseluruhan. Anda bisa menentukan hardware dan software module yang ada dipasaran untuk Anda pakai.

Setiap peralatan input ( sensor, relay  dsb ) atau output ( actuator ) yang terhubung dengan peralatan I/O PLC mempunyai alamat yang spesifik. Pengalamatan untuk I/O dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan yaitu sesuai dengan penempatan modul I/O pada slot ke berapa di dalam chassis PLC ditempatkan. Penulisan alamat memori yang salah akan membuat program yang dijalankan akan berbeda dari yang diinginkan atau bahkan tidak dikenali oleh PLC.

3.2. Konfigurasi Modul Digital Output.

Konfigurasi I/O dimaksudkan untuk menentukan paramater modul sesuai dengan parameter yang dipakai untuk proses kerja modul. Sebagai contoh untuk menentukan besaran arus 4-20 mA sebagai input maka kofigurasi yang dikehendaki adalah sebagaimana gambar  berikut :

Untuk melakukan konfigurasi I/O hal yang perlu diketahui adalah :

  1. Setting konfigurasi data input dan output pada masing-masing module yang dipergunakan merupakan salah satu langkah yang harus anda lakukan sebagai langkah peyusunan  konfigurasi data system secara keseluruhan( baik data status maupun data command / perintah ). Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa gambar dan uraian berikut.

          

              ( Data dari Digital Input )       ( Data untuk Digital Output )

       

Dua hal dasar  jika menempatkan tambahan module I/O diluar PLC sebagai tambahan maka perlu dilakukan pengalamatan seperti berikut :

  1. Pengalamatan modul I/O

    Jenis Mitsubhisi

    Pengalaman I/O menggunakan bilangan hexadecimal (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F). Misalnya I/O yang terletak di sebelah kanan CPU Mitsubishi merupakan input module yang mempunyai 16 line / chanel, maka pengalamatannya adalah X00 ~ X0F. Karakter X merupakan penanda sebagai inputan, sedangkan 0 sampai dengan 0FF merupakan urutan pengalamatan inputan yang terhubung ke input modul.

        

    Jenis OMRON

    Pengalaman I/O menggunakan konsep bilangan hexadecimal, tetapi untuk bilangan di atas 9 di tulis dengan angka 10 ~ 15, bukan karakter A ~ F. Misalnya I/O yang terletak di sebelah kanan CPU Mitsubishi merupakan input module yang mempunyai 16 line, maka pengalamatannya adalah 00.00 ~ 00.15.

    Setiap terminal modul I/O mempunyai alamat software yang tidak sama. Yang masing-masing alamat mempunyai definisi / pernyataan tentang "nama unit dan mewakili besaran 1 dan 0. Digital input  "0" adalah diantaranya  berupa input tegangan 0 volt, dioda dengan reverse bias, transistor dalam keadaan mati ( off), saklar dalam keadaan terbuka, atau lampu dalam keadaan terbuka ( padam ).  Sedangkan digital output "1" adalah sebaliknya berupa input tegangan 2 - 5 volt, dioda dengan forward bias, transistor dalam keadaan hidup ( on), saklar dalam keadaan tertutup, atau lampu dalam keadaan menyala.

    Contoh dari peralatan digital baik input maupun output adalah sebagai berikut :

    DIGITAL INPUT

    • Selector Switch
    • Temperature Switch
    • Flow Switch
    • Level Switch
    • Pushbutton
    • Motor starter contacts
    • Limit Switch
    • Pressure Switch
    • Relay Contact

    Sebagai contoh - apabila untuk 1 module I/O mempunyai spesifikasi jumlah input adalah sejumlah "n" dan output adalah sejumlah "N" maka tipe yang diperlukan dalam pemilihan modul adalah  sebanyak minimal "n" channel input dan minimal "M" channel output. Artinya jika anda membutuhkan 5 channel input dan 7 channel output maka tentukan module 8 channel Input dan 8 channel output sebagai pilihan. Untuk keseluruhan system yang anda buat maka anda akan membutuhkan banyak pengalamatan pada masing-masing I/O module yang ada pergunakan nanti.

    No Tag Name   Address
    1 DI (0) 1:7055:8
    2 DI (1) 2:7055:4
    3 DI (2) 1:7055:6
    4 DI (3) 3:7055:5
    5 DI (4) 2:7055:1
    6 DI (5) 4:7055:1
    7 DI (6) 1:7055:2
    8 DI (7) 1:7055:3

     DIGITAL OUTPUT

    • Annunciator
    • Alarm light
    • Electric fan
    • Indicating light
    • Electric valve
    • Alarm horn
    • Selenoid valve
    • Motor starters 

    No Tag Name   Address
    1 DO (0) 1:7017:8
    2 DO(1) 2:7017:4
    3 DO(2) 1:7017:6
    4 DO(3) 3:7017:5
    5 DO (4) 2:7017:1
    6 DO (5) 4:7017:1
    7 DO (6) 1:7017:2
    8 DO(7) 1:7017:3

    b. Setting Pengalamatan Modul Analog input / output

    Modul output analog merupakan modul yang digunakan untuk memberikan sinyal analog ke suatu device yang bekerja dengan sinyal analog. Umumnya sinyal output analog yang digunakan adalah besaran arus ( 4 -20 mA ) dan tegangan (0 -10 V atau 0-5 V ). Pengalamatan I/O modul analog pada Modul atau Controller  ditentukan sesuai dengan alamat dimana modul analog tersebut di tempatkan pada slot berapa pada chassis Controller atau Host Computer. Misalkan untuk output modul tegangan dengan 4 channel ditempatkan pada slot 3 maka pengalamatan untuk outputnya adalah O:3.0 sampai O:3.3,

    Contoh dari peralatan analog baik input maupun output adalah sebagai berikut :

    ANALOG INPUT

    • Flow transmitters
    • Pressure transmitters
    • Temperature transmitters
    • Position transmitters
    • Level transmitters

     ANALOG OUTPUT

    • Electric motor drives
    • Analog meters
    • Chart data recorders
    • Process controllers
    • Variable speed drive

Berikut pembuatan addressing I/O untuk Pompa dimana pompa dibagi untuk aplikasi Starch Kitchen ( 4 unit pompa ), Corrugated ( 3 unit pompa ) dan Conveyor ( 3 unit motor ).

             TABLE  ADDRESSING INPUT MODULE

No Station Wiring Address Software Address Point Name Location
1 1 B1DI0 P[1].State SK_1A_STATUS Starch Kitchen
2 1 B1DI1 P[1].Fail SK_1A_TRIP Starch Kitchen
3 1 B1DI2 P[2].State SK_1B_STATUS Starch Kitchen
4 1 B1DI3 P[2].Fail SK_1B_TRIP Starch Kitchen
5 1 B1DI4 P[3].State SK_1C_STATUS Starch Kitchen
6 1 B1DI5 P[3].Fail SK_1C_TRIP Starch Kitchen
7 1 B1DI6 P[4].State SK_1D_STATUS Starch Kitchen
8 1 B1DI7 P[4].Fail SK_1D_TRIP Starch Kitchen
9 1 B1DI8 P[5].State CRG_1A_STATUS Corrugated
10 1 B1DI9 P[5].Fail CRG_1A_TRIP Corrugated
11 1 B1DI10 P[6].State CRG_1B_STATUS Corrugated
12 1 B1DI11 P[6].Fail CRG_1B_TRIP Corrugated
13 1 B1DI12 P[7].State CRG_1C_STATUS Corrugated
14 1 B1DI13 P[7].Fail CRG_1C_TRIP Corrugated
15 1 21DI14 P[8].State CVY_1A_STATUS Conveyor
16 1 B1DI15 P[8].Fail CVY_1A_TRIP Conveyor
No Station Wiring Address Software Address Point Name Location
1 2 B2DI0 P[9].State CVY_1B_STATUS Conveyor
2 2 B2DI1 P[9].Fail CVY_1B_TRIP Conveyor
3 2 B2DI2 P[10].State CVY_1C_STATUS Conveyor
4 2 B2DI3 P[10].Fail CVY_1C_TRIP Conveyor
5 2       spare
6 2       spare
7 2       spare

TABLE  ADDRESSING OUTPUT MODULE 

No Station Wiring Address Software Address Point Name Location
1 1 B1DO1 P[1].CmdStart SK_1A_START Starch Kitchen
2 1 B1DO2 P[1].CmdStop SK_1A_STOP Starch Kitchen
3 1 B1DO3 P[2].CmdStart SK_1B_START Starch Kitchen
4 1 B1DO4 P[2].CmdStop SK_1B_STOP Starch Kitchen
5 1 B1DO5 P[3].CmdStart SK_1C_START Starch Kitchen
6 1 B1DO6 P[3].CmdStop SK_1C_STOP Starch Kitchen
7 1 B1DO7 P[4].CmdStart SK_1D_START Starch Kitchen
No Station Wiring Address Software Address Point Name Location
1 2 B2DO1 P[4].CmdStop SK_1D_STOP Starch Kitchen
2 2 B2DO2 P[5].CmdStart CRG_1A_START Corrugated
3 2 B2DO3 P[5].CmdStop CRG_1A_STOP Corrugated
4 2 B2DO4 P[6].CmdStart CRG_1B_START Corrugated
5 2 B2DO5 P[6].CmdStop CRG_1B_STOP Corrugated
6 2 B2DO6 P[7].CmdStart CRG_1C_START Corrugated
7 2 B2DO7 P[7].CmdStop CRG_1C_STOP Corrugated
No Station Wiring Address Software Address Point Name Location
1 3 B3DO1 P[8].CmdStart CVY_1A_START Conveyor
2 3 B3DO2 P[8].CmdStop CVY_1A_STOP Conveyor
3 3 B3DO3 P[9].CmdStart CVY_1B_START Conveyor
4 3 B3DO4 P[9].CmdStop CVY_1B_STOP Conveyor
5 3 B3DO5 P[10].CmdStart CVY_1C_START Conveyor
6 3 B3DO6 P[10].CmdStop CVY_1C_STOP Conveyor
7 3       Spare

 

Setelah semua data konfigurasi dipersiapkan maka langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi sistem yang hendak anda pakai.

BEBERAPA CONTOH PRODUK SOFTWARE CONFIGURATION SYSTEM

http://www.aboutplcs.com/P3000/software/help/212.htm

http://www.sixnet.com/product/configuration-loader-127.cfm

http://www.directindustry.com/prod/opto-22/configuration-software-for-i-o-board-27459-595139.html

http://www.acromag.com/catalog/382/Ethernet_Network_I_O/Modbus-RTU_I_OModules/SoftwareSupport/900C-SIP

http://www.kollewin.com/blog/rslogix5000-version/

Untuk melakukan konfigurasi terhadap input dan output yang dipergunakan, maka dibutuhkan perangkat utility sebagai konfigurator perangkat untuk mengkonfigurasi jenis I/O yang dipergunakan dan penentuan tipe signal I/O dan penentuan letak modul I/O secara local atau remote rack. Pertama-tama kita harus meng-konfigurasi setiap modul digital input yang kita pergunakan. Modul digital input ini terhubung dengan sejumlah , kontak point relay, contactor atau push button. Dimana masing-masing digital input terkoneksi ke terminal modul yang anda pergunakan. Masing-masing modul mempunyai beberapa I/O yang harus terlebih dahulu di set konfigurasi agar nantinya alamat-alamat pada modul-modul kontroler tersebut bisa berkomunikasi dengan tepat dengan komputer.  Sebagai contoh :

Modul 1 berada pada alamat perintah program di address I1(1), baudrate 38400, checksum disable, serta description modul kontroller anda tentang spesifiksi untuk I/O dengan berikut jumlah I/O atau spesifikasinya.

Setelah I/O Configuration untuk modul input ini selesai maka RSLogix 5000 secara otomatis akan membuat tag-tag untuk modul ini. Format Tag bisa dibagi dalam 2 format yaitu tag yang menyatakan data input status dan tag yang menyatakan pernyataan perintah atau command. Tentu saja data input merupakan serangkaian kumpulan data input dari seluruh unit sistem yang hendak dimonitoring dan ini disebut sebagai TagArray. 

Pilih jenis modul yang anda pergunakan dan masukkan jenis modul dalam software konfigurasi. Informasi pada tag yang tersedia tergantung pada jenis module yang digunakan sedangkan nama tag tergantung pada lokasi module tersebut pada chassis (slot dan local atau remote) Secara umum format tag I/O adalah sebagai berikut:

Location:SlotNumber:Type.MemberName.SubMemberName.Bit

alamat modul : ID Module : Nomor Channel

No Tag Name   Address
1 AI (0) 1:7017:8
2 AI (1) 2:7017:4
3 AI (2) 1:7017:6
4 AI (3) 3:7017:5
5 AI (4) 2:7017:1
6 AI (5) 4:7017:1
7 AI (6) 1:7017:2
8 AI (7) 1:7017:3

 

IV. Pembuatan HMI

Langkah-langkah yang harus anda lakukan sebelum membuat project HMI atau SCADA antara lain  :

  1. Setting Komunikasi
  2. Konfigurasi Tag
  3. Grafik.

Hal penting dalam pemilihan program HMI atau SCADA adalah seberapa besar jumlah "tags" yang anda butuhkan. Dalam banyak aplikasi software yang muncul, tingkat pemakaian dibagi dalam beberapa jumlah "tags", yang merupakan variabel penting tingkat pemakaian yang dibutuhkan. Keputusan berapa tag yang anda butuhkan akan menentukan tingkat kemudahan ataupun tampilan  HMI atau SCADA yang anda rancang.

Tag adalah variabel yang terdapat pada software HMI / SCADA. Di dalam software terdapat beberapa tipe tag tergantung dari I/O dari PLC atau modul yang anda pakai selain PLC. Diantaranya parameter digital, integer, real, string dll.

Salah satu fungsi Tag adalah untuk menyimpan data. Tag adalah sama seperti variable pada bahasa pemrograman komputer. Tiap-tiap tag mempunyai nama dan jenis data (data type) yang disimpannya. Tag I/O dibuat secara otomatis pada saat mengkonfigurasi modul I/O, sedangkan data-data lainnya seperti timer, counter, internal relay (Bit file) yang memerlukan tag harus dibuat terlebih dahulu.

Beberapa pertimbangan penting yang harus diprioritaskan dalam perancangan HMI bisa meliputi hal berikut :

  • Kemampuan antar muka dengan terminal serial RS 232
  • Program aplikasi HMI yang mudah digunakan ( user friendly ).
  • Kemampuan merekam data pengukuran ke dalam bentuk basis data ( MS Access )
  • Kemampuan menampilkan data dalam bentuk grafik, tabel, diagram atau animasi.

Untuk membuat HMI anda bisa menggunakan 2 pilihan software yang bisa anda pakai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Anda bisa menggunakan pilihan software jadi seperti Wonderware, LabView dan sebagainya.

MySQL database dapat diakses dari PC yang menjalankan Windows menggunakan ODBC (Open Data Base Connection). Perlu diketahui bahwa saat ini hanya tersedia untuk PC. Hal ini memungkinkan aplikasi seperti Delphi untuk bertukar data dengan database di server MySQL. Untuk mengaktifkan ini, MyODBC, ODBC driver untuk MySQL, harus diinstal pada PC anda. Hal ini sudah diinstal pada Staff WTS service, namun jika Anda memerlukannya di stand-alone PC, Anda harus men-download versi 3,51 dari MySQL di situs Web http://www.mysql.com/downloads/api-myodbc-3.51 . html dan menginstalnya.

Sebelum Anda dapat menggunakan ODBC, Anda harus mengatur Data Source atau DSN, yang mencakup informasi tentang database yang akan diakses. Hal ini dilakukan dengan menggunakan ODBC Data Source Administrator. Jika Anda sudah menginstal MyODBC di mesin pc sendiri, tool ini akan ditemukan dalam Windows Control Panel. Nama dan lokasi berbeda-beda, tergantung pada versi Windows yang Anda gunakan. Mungkin disebut Data Sources (ODBC) atau ODBC.

 

 

 

 Bagaimana membuat auto schedule untuk otomatisasi start pada mesin anda ? Beberapa persoalan otomatisasi komersial dan industri  telah saya persiapkan untuk ketrampilan dan wawasan bisnis ini kedepannya... bagi anda. Sampai besok.

 

 

SocialTwist Tell-a-Friend

 

  

    

 

 

Support Sistem | Contact | Modul Praktek | Facebook | Twitter  | MySpace  | Video

   

 Panduan Instalasi Industri Komersial - Tahap-tahap Animasi bergambar Pembelajaran Instalasi -  Copyright   JAKA KRISTANTA, PanduanInstalasi.com