|
Salam
sukses...
Perencanaan Sistem
Monitoring
Kalau Anda perhatikan lebih jauh dibalik bagaimana sebuah
mesin bekerja secara terprogram dan termonitor secara baik kita pasti tahu didalamnya
mempunyai perangkat keras (hardware) dan lunak (software) . Kedua
perangkat ini mempunyai andil besar
bagaimana mesin beroperasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Sebagai contoh misalnya...
sebuah motor pompa bekerja dengan kontrol star delta sebagai
sistem pengendali motor. Kontrol elektris star delta
dibentuk secara sederhana dengan tombol start stop.
Ditambah kemudian kontrol beban sebagai pengaman motor, dan
sensor panas pada motor sebagai proteksi gulungan motor.
Jika kebutuhan untuk mengetahui berapa besar ampere beban
yang dibutuhkan oleh sebuah unit motor sangat dibutuhkan
juga... maka sangat dianjurkan untuk menggunakan sebuah
kontrol ampere pada masing-masing phasa tegangan input.
contohlah sebuah Current Transformer untuk masing-masing
phasa R, phasa S, dan phasa T. Yang kedua software
dipergunakan sebagai perangkat yang memberikan hasil baik
pergerakan mesin ataupun berbagai informasi yang bisa
ditampilkan dan dianalisa sehingga diperoleh suatu tujuan
baik berupa laporan, tampilan grafik, sistem operasi dan
monitoring sesuai yang diharapkan.
Pada sistem elektris dengan
jumlah motor pompa yang tidak terlalu besar, maka kita cukup mudah
untuk membuat sistem kontrol dan sistem monitoringnya.
Kenapa ? Coba perhatikan wiring sistem kontrol start
delta pompa kapasitas 40 HP berikut ....

Wiring diagram panel start delta disamping dirancang dengan
tujuan sebagai kontrol motor dengan torsi awal yang cukup
besar. Hanya dibutuhkan perangkat kontaktor, timer ,
thermal overload dan push button. Tujuan pengontrolan adalah
"menggerakkan kerja kontaktor secara bergantian melalui
timer " dengan push button untuk start dan stop. Aktivitas
start dan stop dapat dilakukan secara manual dari panel
ataupun melalui panel lain yang terintegrasi ke dalam modul
control seperti PLC ( Programmable Logic Controller ).
Sistem kontrol
seperti ini sering anda jumpai pada unit-unit mesin yang
sederhana baik jumlah mesin maupun pengontrolan. Namun
apabila melihat pada kapasitas lain yang lebih besar seperti
kemudahan monitoring seperti kapan tombol start dinyalakan,
kapan tombol stop ditekan, atau kapan terjadinya thermal
overload dan kapan temperatur gulungan motor melebihi
setting temperatur maka anda akan perlu melibatkan
beberapa sistem monitoring tambahan . Maka kehadiran
software monitoring ( informasi ) menjadi hal yang
sangat penting.
Bisa anda bayangkan jika
sistem yang cukup besar dengan melibatkan banyak sistem ,
baik jumlah unit mesin, dan kompleksitas monitoring seperti
gambar berikut .... jika tanpa monitoring system

( Gambar perangkat
hardware sistem kontrol pompa tangki )
Maka akan diperoleh akibat pada ketidak efisien
sistem, pemborosan energi listrik, kesulitan memonitor
aktifitas kesalahan dalam operasional, dsb.
Perancangan Sistem Monitoring dan Automation System
Monitoring dan Automation System
merupakan sistem yang difokuskan pada kegiatan pengawasan
seluruh aktivitas sistem, untuk tercapainya sasaran /
tujuan dalam hal kapasitas, efektifitas kegiatan sistem,
dan effisiensi , dengan menggunakan sistem dan perangkat
yang mampu menggantikan aktifitas konvensional dengan
sistem komputerisasi.

( Animasi sistem kontrol pompa tangki )
Sistem Monitoring ini akan memberikan
kemudahan dalam hal :
1. Menampilkan data real time pompa termasuk status pompa (kapan
on dan off, jam berapa status on dan off, pengguna dsb) .
2. Menampilkan laporan volume tangki secara menit, jam,
harian yang akurat dan lengkap.
3. Melakukan perubahan setting volume tangki, kecepatan
transfer water dan tekanan secara detail.
4. Mencetak berbagai bentuk laporan, seperti
:
* Laporan operasional setiap saat ( real time)
* Laporan Produksi per shift
* Laporan Penggunaan Raw Material Stok harian
* Laporan Beban Listrik Plant ( Jangka waktu yang diinginkan)
5. Mencetak laporan alarm, troubleshooting ( Jika
Tiket Printer module menggunakan Smart card Reader) .
6. Mengetahui akses jaringan monitoring setiap saat yang
bisa diakses lewat SMS/ HP atau " Remote Software " untuk
mengakses operasional dari tempat yang jauh setiap saat.
7. Terkoneksi dengan software akuntansi ( Storage Tank Stock
Administration) untuk laporan stock produksi.
8. Laporan penggunaan listrik bulanan sudah dilengkapi
dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran
operasional.
( Tampilan layar monitor secara real time )
I. Apa sebenarnya kelebihan sistem monitoring dan
otomatisasi dibanding sistem kontrol konvensional ?
Sistem ini bisa diciptakan untuk mengontrol dan memonitor
setiap kejadian dari sistem secara real time. Anda bisa
melakukan setting ataupun memonitor kapan terjadinya alarm, kapan
mengaktifkan dan mematikan mesin dll. Dan lebih lengkapnya keseluruhan aktivitas
dapat dimonitor. Bahkan anda bisa melakukan beberapa
seeting beberapa kontrol sekaligus seperti membuat schedule,
event, report, alarm ataupun beberapa setup dan parameter
mesin.
Dengan ditambahkannnya sistem monitoring ini, maka otomatis
berbagai gangguan selama mesin beroperasi akan diperkecil
dan dengan database yang tercatat dakam sistem monitoring
akan dengan mudah untuk melakukan tracing / pelacakan
kesalahan pada sistem baik dalam skala jam, harian,
mingguan atau bahkan bulanan, melakukan editing dan
transferring data informasi ke seluruh sistem monitoring
anda mudah melalui jaringan ethernet.
Bagaimana membuat sistem monitoring ?
Perangkat Hardware :
Sejumlah persiapan untuk
membentuk perangkat harware yang mendukung sistem monitoring
haruslah diperinci terlebih dahulu hal tentang ,
1. Identifikasi sistem yang hendak dimonitor.
Sebagai contoh anda hendak melakukan sistem monitoring
sistem overload dan alarm motor pompa, maka anda harus
mengindentifikasi wiring diagram elektrik motor mana saja
yang hendak dimonitor. Sebagai contoh anda berkeinginanan untuk
menampilkan grafik kerja ampere motor pompa dan memberikan
tampilan informasi real time lain ( seperti volume tangki,
kecepatan motor dsb ) yang hendak anda analisa.
2. Input sistem yang hendak dimonitor dan output
sistem yang dinginkan. Anda harus menentukan dimana saja
penarikan kabel input pada wiring diagram elektrik yang akan
dipergunakan sebagai sinyal input digital dan besaran
input analog lain seperti
temperatur, ampere beban dsb. Data input digital maupun data
analog bisa bisa diambil dari wiring diagram
berikut :

( Gambar Wiring Diagram Sistem Kontrol Star Delta )
Pada wiring diagram star delta tersebut saya mengaggap bahwa
anda sudah memahami cara wiring kontrol elektrik ( jika
belum silahkan membaca e-book saya panduaninstalasi industri
dan komersial ). Pengambilan input kontrol pada wiring
diagram bisa dilakukan dengan tambahan sebuah relay ( yaitu
pada contact point relay ) atau hanya dengan komponen
kontaktor ( pada contact point contactor KM1 )
pada kontrol start delta yang ada, tergantung bagaimana
design kontrol awal anda membuatnya. Bisa juga anda
menambahkan input data dari contact point thermal overload (
kode F1 pada gambar ) yang ada.
3. Penentuan modul Remote
Terminal Unit sebagai unit terminal untuk mengendalikan,
mengakuisisi data, penerima sinyal input unit, dan
selanjutnya mengirimkan data tersebut ke control centre.
Contoh dari RTU yang ada di pasaran bisa anda pakai sebagai
pilihan.

Perangkat Software :
Sedangkan
perangkat lunak dapat
berupa apllikasi HMI (Human Machine Interface), OPC (OLE for
Process Control) dan applikasi
lain untuk kebutuhan data loging (..yang dalam
perkembangannya semua applikasi ini sudah
menjadi satu dengan applikasi HMI-nya ).
Perangkat software mempunyai fungsi dan tugas
komunikasi data yaitu
untuk melakukan perubahan / setting data input dan output,
mencetak berbagai bentuk laporan alarm, troubleshooting.
Melakukan akses jaringan monitoring setiap saat
dengan GRAFIK, sebagai analisa untuk mengetahui anggaran
operasional. Perangkat ini dapat dipantau dari station
server maupun station client.
Tugas penting yang harus
dipersiapkan dalam software anda untuk membuat sistem
monitoring dan kontrol sesuai konsep komunikasi data adalah
:
- Pengaturan komunikasi serial di PC (baud rate, stop bit,
start bit, dll)
- Pengaturan komunikasi serial di PLC, masing – masing
vendor punya aturan pengaturan sendiri – sendiri.
- Perancangan protokol komunikasi PC – PLC, misal : dengan
membuat program sendiri atau menggunakan software yang sudah
ada.
Perancangan software untuk monitoring data dapat menggunakan
salah satu dari beberapa software yang anda kenal seperti
Delphi, Visual Basic, Visual C++ atau dengan menggunakan
software aplikasi data akuisisi yang sudah jadi seperti
Wonderware, LabView atau lainnya. Sedangkan penyimpanan data
dapat dengan menggunakan fasilitas yang ada pada software
database MySQL dan disimpan pada database PC Server yang
bisa diakses dengan aplikasi software yang anda pakai.

Visual Basic for Application merupakan
implementasi dari bahasa pemrograman Visual Basic 6 yang
berifat event-driven dan diasosiasikan secara integrated
development environment. (IDE) yang terintegrasi pada
sebagian besar4 apilkasi Microsoft Office. VBA bersifat
event-driven ( dikendalikan oleh event ) yang merupakan
suatu paradigma pemrograman dimana alur program ditentukan
oleh even-event, contohnya sensor ouput, aksi pengguna yaitu
klik mouse atau menekan tombol, dan juga pesan yang diterima
dari program lain yang dapat menjadi pemicu (trigger ).
Boorland Delphi adalah suatu bahasa
pemrograman yang memberikan fasilitas pembuatan aplikasi
visual. Keunggulan program ini terletak pada produktivitas,
kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi,
pola desain yang menarik, serta diperkuat dengan
pemrogramannya yang terstruktur. Selain dapat dijalankan
pada aplikasi berbasis Windows, Boorland Delphi menyediakan
fasilitas object yang kuat dan lengkap yang memudahkan
programmer membuat program. Format database yang dimiliki
Delphi adalah format MS.Access, SyBase, SQL dan lain-lain.
II. Setting Komunikasi pada HMI
Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan maka sejumlah
langkah
diperlukan untuk melakukan analisa data akuisisi
maka perangkat software driver dan utility
dengan fungsi
utama mengontrol sejumlah hardware agar bisa dibaca oleh
komputer, bahkan untuk
pengembangan aplikasi sistem haruslah anda persiapkan
terlebih dahulu. Instalasi Driver m embantu
komunikasi data dari hardware dan komputer.
Driver sangat berguna agar Windows atau
sistem operasi yang kita pakai di komputer bisa berkomunikasi
dengan periperal atau hardware di komputer kita.
Driver adalah
istilah teknologi informasi dalam bahasa
Inggris yang mengacu kepada komponen
perangkat lunak yang mengizinkan sebuah
sistem komputer untuk berkomunikasi dengan
sebuah perangkat keras. Sebagian besar
perangkat keras, tidak akan dapat berjalan
atau sama sekali tidak dapat berjalan tanpa
driver yang cocok yang terinstal di dalam
sistem operasi.
2.1. Initialisasi Port
Langkah pertama adalah menentukan
baudrate (bps) atau kecepatan clock agar
data anda yang masuk sesuai dengan data yang
dikirimkan. Seperti yang anda lihat
pada gambar berikut.

2.2. Menentukan Port.
Langkah ini sangat
penting agar tidak terjadi salah komunikasi
bahkan sistem tidak bisa bekerja normal.
Memastikan bahwa port yang terhubung dengan
modul modul kontroller mempunyai kesamaan
lokasi port pada software utility.
Komunikasi pada sistem komputer anda bisa
secara serial yaitu dengan menggunakan port
com1, com2 dan seterusnya. Gunakan
utility data communikasi dan
installlah terlebih dahulu ke PC anda.
Selanjutnya Anda bisa
menggunakan com1 sebagai communication port,
LPT1 sebagai port printer dan port 2 sebagai
port modul digital I/O. Untuk mengetahui
port yang dipergunakan dan sudah terinstall di PC
anda, anda bisa melakukan pengecekan pada
Menu System PC dan Klik
Device Manager, kemudian akan anda dapatkan
tampilan seperti berikut :

Langkah
menentukan nomor port komunikasi ini
mempunyai tujuan :
- Mengadakan
hubungan dengan
serial port PC
- Berhubungan
dengan alat
komunikasi lain
(contoh : modem
atau HUB
Controller )
- Melakukan
pertukaran data
- Memonitor
dan merespon
event dan error
yang terjadi
pada hubungan
serial
Apabila belum
terjadi koneksi yang benar, lakukan ulang
instalasi driver yang anda pergunakan dengan
install / upload software utility
untuk driver port yang akan anda install ke
PC. Seperti terlihat pada gambar berikut :

2.3. Menentukan Baudrate
Langkah berikutnya setelah inisialisasi
dan penentuan port, adalah menentukan
baudrate. Baudrate adalah kecepatan transfer
antara mesin ( module controller ) dan
komputer. Ada lima jenis pilihan 115200,
9600, 19200, 38400, 57600 bit / detik. Untuk
RS232 direkomendasikan memakai 115200, dan
untuk RS485 direkomendasikan menggunakan
9600 bit/detik.
Bagaimana data yang
terkirim dari modul-modul mikrokontroler
bisa dibaca oleh komputer ? Sehingga komputer
secara otomatis membaca perangkat hardware
yang akan anda pergunakan. Sampai dengan
langkah ini apakah anda sudah memahami bagaimana
dasar pembacaan komputer terhadap data
hardware anda ?
Jika semua proses tersebut berjalan dengan
normal, maka data hardware yang anda pergunakan akan
secara otomatis terdeteksi oleh software
utility communication yang kemudian
menampilkan keseluruhan data input dan
output. Pada bagian selanjutnya
andalah yang akan menentukan pengalamatan
I/O anda sehingga terjadi komunikasi dua
arah antara data input dan data output yang
anda pakai.
Pada
proses
otomatisasi industri - PLC merupakan kontroler utama yang melakukan
proses mulai dari squential proses, pengolahan data,
sampai dengan proses pengiriman data.
III. Komunikasi Data dan Pengolahan Data
Jenis komunikasi data yang bisa dipergunakan :
Agar semua sistem
dapat diintegrasikan dengan benar, maka pada perancangan
hardware dibutuhkan
setting
konfigurasi pada
modul-modul tambahan selain CPU.
Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik, maka sistem
anda harus sudah terinstall DRIVER komunikasi. Beberapa
driver komunikasi yang paling sering dipakai disebutkan
dalam list berikut :
http://www.kepware.com/Products/products_OPCServers.asp
Jika proses install driver utility anda berjalan normal,
maka jenis driver yang anda pergunakan dalam sistem akan secara
otomatis muncul di software utility communication driver.
Selanjutnya jika anda telah menggunakan berbagai teknologi
komunikasi data dalam HMI anda anda pasti mengetahui
bahwa
Teknologi industrial komunikasi data juga terus
berkembang dengan munculnya OPC (OLE for Process Control;
OLE = Object Linking / hubungkan & Embedding / tanamkan).
Object Linking and Embedding (OLE) adalah teknologi yang
dikembangkan oleh Microsoft dimana sejumlah dokumen bisa
dicampur atau disambungkan dengan dokumen lain ataupun obyek
lain. Bagi para pengembang sistem data, OLE sangat membantu
dalam pengembangan HMI dengan object yang makin lengkap.
Anda bisa menyisipkan linked atau embedded objects pada
projek gambar Anda untuk menambahkan informasi dari aplikasi
lain. Anda dapat menambahkan movies, spreadsheets, formatted
documents, dll.
Sebagai contoh :
Dalam aplikasi HMI dengan Visual Basic OLE (Object Linking
and Embeeding) merupakan salah satu kontrol di Visual
Basic yang bisa kita manfaatkan untuk menjalankan aplikasi
di luar Visual Basic dalam Form Visual Basic. Misal kita
ingin menambahkan Microsoft Word didalam Form Visual Basic
kita, kita bisa memanfaatkan OLE ini, contoh kontrolnya
dapat dilihat pada gambar sebelah.
3.1. Sistem Komunikasi Data
Komunikasi data menjadi sangat penting ketika sistem yang
kita monitor memiliki banyak station dengan jarak kabel yang
ditarik untuk menghubungkan mesin yang hendak dimonitor dan
kontrol sentral. Komunikasi data hendaknya terhindar
dari hal-hal yang bisa menimbulkan gangguan komunikasi data
seperti gelombang listrik di dekat kabel data serta jarak
tarikan kabel komunikasi data. Juga mengingat bahwa tegangan
yang cenderung akan menurun dengan semakin jauh penarikan
kabel data. Maka diperlukan perangkat komunikasi data
dengan kemampuan kecepatan pengiriman data, serta kemampuan
koneksi jaringannya yaitu dengan menggunakan gabungan
converter dari RS232 ke RS 422/485 atau sebaliknya.
Sistem komunikasi yang ada adalah 2 macam yaitu:
komunikasi serial dan paralel.
Komunikasi data secara parallel yaitu Komunikasi banyak data
(64 bit, 32 bit, 16 bit, 8 bit, 4 bit) yang dilakukan secara
langsung dalam waktu bersamaan melalui banyak jalur (kabel,
PCB, fiber optical, dll). Komunikasi data secara serial
yaitu komunikasi 1 buah data (1 bit) pada satu waktu.
Tidak banyak yang bisa dibahas untuk komunikasi data secara
parallel sedangkan komunikasi secara serial telah mengalami
berbagai perkembangan dan telah banyak jenisnya.
Sistem komunikasi terbentuk
atas komponen hardware dan software.
Sebagai Contoh :
1. Komponen Hardware :
PLC yang digunakan adalah PLC
Omron Sysmac CPM1 yang memiliki 12 masukan (0CH00-0CH11) dan
8 keluaran (10CH00-10CH07) dan terdapat fasilitas untuk
melakukan hubungan komunikasi dengan komputer, melalui RS232
atau yang lebih dikenal dengan port serial. PLC
Omron Sysmac CPM1A sudah dilengkapi sumber tegangan 24 VDC
guna memicu masukan untuk bisa melakukan perubahan pada
memori dan keluaran berupa relay.
2. Komponen Software yaitu dengan melakukan instalasi,
konfigurasi dan eksekusi perangkat driver komunikasi yang
anda pilih.

( Gambar Hubungan PLC dan Perangkat I/O
dalam System Monitoring )
Seperti terlihat pada gambar hubungan system
maka jumlah saluran channel yang dibutuhkan dalam
suatu sistem monitoring sangat ditentukan dari besar dan
kapasitas unit keseluruhan. Anda bisa menentukan hardware
dan software module yang ada dipasaran untuk Anda pakai.
Setiap peralatan input ( sensor, relay dsb ) atau
output ( actuator ) yang terhubung dengan peralatan I/O PLC
mempunyai alamat yang spesifik.
Pengalamatan untuk I/O dilakukan sesuai dengan ketentuan
yang telah ditentukan yaitu sesuai dengan penempatan modul
I/O pada slot ke berapa di dalam chassis PLC ditempatkan.
Penulisan alamat memori yang salah akan membuat program yang
dijalankan akan berbeda dari yang diinginkan atau bahkan
tidak dikenali oleh PLC.
3.2.
Konfigurasi Modul Digital Output.
Konfigurasi I/O dimaksudkan untuk
menentukan paramater modul sesuai dengan
parameter yang dipakai untuk proses kerja modul.
Sebagai contoh untuk menentukan besaran arus
4-20 mA sebagai input maka kofigurasi yang
dikehendaki adalah sebagaimana gambar
berikut :

Untuk
melakukan konfigurasi I/O hal yang perlu
diketahui adalah :
-
Setting konfigurasi data input dan output pada masing-masing module
yang dipergunakan merupakan salah satu langkah yang harus anda lakukan sebagai langkah
peyusunan konfigurasi data
system secara keseluruhan( baik data status maupun data command / perintah ).
Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa gambar dan uraian
berikut.

(
Data dari Digital Input ) ( Data untuk Digital Output )

Dua hal dasar jika menempatkan tambahan module I/O diluar PLC sebagai tambahan maka
perlu dilakukan pengalamatan seperti berikut :
-
Pengalamatan modul I/O
Jenis Mitsubhisi
Pengalaman I/O
menggunakan bilangan
hexadecimal
(0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F).
Misalnya I/O yang
terletak di sebelah
kanan CPU Mitsubishi
merupakan input module
yang mempunyai 16 line /
chanel, maka
pengalamatannya adalah
X00 ~ X0F. Karakter
X
merupakan penanda
sebagai inputan,
sedangkan 0 sampai
dengan 0FF merupakan
urutan pengalamatan
inputan yang terhubung
ke input modul.

Jenis OMRON
Pengalaman I/O
menggunakan konsep
bilangan hexadecimal,
tetapi untuk bilangan di
atas 9 di tulis dengan
angka 10 ~ 15, bukan
karakter A ~ F. Misalnya
I/O yang terletak di
sebelah kanan CPU
Mitsubishi merupakan
input module yang
mempunyai 16 line, maka
pengalamatannya adalah
00.00 ~ 00.15.
Setiap terminal modul
I/O mempunyai alamat software yang tidak sama. Yang
masing-masing alamat mempunyai definisi / pernyataan
tentang "nama unit dan
mewakili besaran 1 dan 0. Digital input
"0" adalah diantaranya berupa
input tegangan 0 volt, dioda dengan reverse bias,
transistor dalam keadaan mati ( off), saklar dalam
keadaan terbuka, atau lampu dalam keadaan terbuka (
padam ). Sedangkan digital output "1" adalah
sebaliknya berupa
input tegangan 2 - 5 volt,
dioda dengan forward bias, transistor dalam keadaan
hidup ( on), saklar dalam keadaan tertutup, atau lampu
dalam keadaan menyala.
Contoh dari
peralatan digital baik input maupun output
adalah sebagai berikut :
DIGITAL INPUT
- Selector Switch
- Temperature Switch
- Flow
Switch
- Level
Switch
- Pushbutton
- Motor
starter contacts
- Limit
Switch
- Pressure Switch
- Relay
Contact
Sebagai contoh - apabila untuk 1 module I/O
mempunyai spesifikasi jumlah input adalah sejumlah "n" dan
output adalah sejumlah "N" maka tipe yang diperlukan dalam
pemilihan modul adalah sebanyak minimal "n" channel
input dan minimal
"M" channel output. Artinya jika anda membutuhkan 5 channel
input dan 7 channel output maka tentukan module 8 channel
Input dan 8 channel output sebagai pilihan. Untuk
keseluruhan system yang anda buat maka anda akan membutuhkan
banyak pengalamatan pada masing-masing I/O module yang ada
pergunakan nanti.
|
No |
Tag Name |
Address |
|
1 |
DI (0) |
1:7055:8 |
|
2 |
DI (1) |
2:7055:4 |
|
3 |
DI (2) |
1:7055:6 |
|
4 |
DI (3) |
3:7055:5 |
|
5 |
DI (4) |
2:7055:1 |
|
6 |
DI (5) |
4:7055:1 |
|
7 |
DI (6) |
1:7055:2 |
|
8 |
DI (7) |
1:7055:3 |
DIGITAL OUTPUT
- Annunciator
- Alarm
light
- Electric fan
- Indicating light
- Electric valve
- Alarm
horn
- Selenoid valve
- Motor
starters
|
No |
Tag Name |
Address |
|
1 |
DO (0) |
1:7017:8 |
|
2 |
DO(1) |
2:7017:4 |
|
3 |
DO(2) |
1:7017:6 |
|
4 |
DO(3) |
3:7017:5 |
|
5 |
DO (4) |
2:7017:1 |
|
6 |
DO (5) |
4:7017:1 |
|
7 |
DO (6) |
1:7017:2 |
|
8 |
DO(7) |
1:7017:3 |
b.
Setting Pengalamatan Modul
Analog input
/
output
Modul output analog merupakan modul yang
digunakan untuk memberikan sinyal analog ke
suatu device yang bekerja dengan sinyal
analog. Umumnya sinyal output analog yang
digunakan adalah besaran arus ( 4 -20 mA ) dan tegangan
(0 -10 V atau 0-5 V ).
Pengalamatan I/O modul analog pada Modul
atau Controller ditentukan sesuai dengan
alamat dimana modul analog
tersebut di tempatkan pada slot berapa pada
chassis Controller atau Host Computer. Misalkan untuk output modul
tegangan dengan 4 channel ditempatkan pada
slot 3 maka pengalamatan untuk outputnya
adalah O:3.0 sampai O:3.3,
Contoh dari peralatan analog
baik input maupun output adalah
sebagai berikut :
ANALOG INPUT
- Flow transmitters
- Pressure transmitters
- Temperature transmitters
- Position transmitters
- Level transmitters
ANALOG OUTPUT
- Electric motor drives
- Analog meters
- Chart data recorders
- Process controllers
- Variable speed drive
Berikut
pembuatan addressing I/O
untuk Pompa dimana pompa
dibagi untuk aplikasi Starch
Kitchen ( 4 unit pompa ),
Corrugated ( 3 unit pompa )
dan Conveyor ( 3 unit motor
).
TABLE ADDRESSING
INPUT MODULE
|
No |
Station |
Wiring Address |
Software Address |
Point Name |
Location |
|
1 |
1 |
B1DI0 |
P[1].State |
SK_1A_STATUS |
Starch Kitchen |
|
2 |
1 |
B1DI1 |
P[1].Fail |
SK_1A_TRIP |
Starch Kitchen |
|
3 |
1 |
B1DI2 |
P[2].State |
SK_1B_STATUS |
Starch Kitchen |
|
4 |
1 |
B1DI3 |
P[2].Fail |
SK_1B_TRIP |
Starch Kitchen |
|
5 |
1 |
B1DI4 |
P[3].State |
SK_1C_STATUS |
Starch Kitchen |
|
6 |
1 |
B1DI5 |
P[3].Fail |
SK_1C_TRIP |
Starch Kitchen |
|
7 |
1 |
B1DI6 |
P[4].State |
SK_1D_STATUS |
Starch Kitchen |
|
8 |
1 |
B1DI7 |
P[4].Fail |
SK_1D_TRIP |
Starch Kitchen |
|
9 |
1 |
B1DI8 |
P[5].State |
CRG_1A_STATUS |
Corrugated |
|
10 |
1 |
B1DI9 |
P[5].Fail |
CRG_1A_TRIP |
Corrugated |
|
11 |
1 |
B1DI10 |
P[6].State |
CRG_1B_STATUS |
Corrugated |
|
12 |
1 |
B1DI11 |
P[6].Fail |
CRG_1B_TRIP |
Corrugated |
|
13 |
1 |
B1DI12 |
P[7].State |
CRG_1C_STATUS |
Corrugated |
|
14 |
1 |
B1DI13 |
P[7].Fail |
CRG_1C_TRIP |
Corrugated |
|
15 |
1 |
21DI14 |
P[8].State |
CVY_1A_STATUS |
Conveyor |
|
16 |
1 |
B1DI15 |
P[8].Fail |
CVY_1A_TRIP |
Conveyor |
|
No |
Station |
Wiring Address |
Software Address |
Point Name |
Location |
|
1 |
2 |
B2DI0 |
P[9].State |
CVY_1B_STATUS |
Conveyor |
|
2 |
2 |
B2DI1 |
P[9].Fail |
CVY_1B_TRIP |
Conveyor |
|
3 |
2 |
B2DI2 |
P[10].State |
CVY_1C_STATUS |
Conveyor |
|
4 |
2 |
B2DI3 |
P[10].Fail |
CVY_1C_TRIP |
Conveyor |
|
5 |
2 |
|
|
|
spare |
|
6 |
2 |
|
|
|
spare |
|
7 |
2 |
|
|
|
spare |
TABLE
ADDRESSING OUTPUT MODULE
|
No |
Station |
Wiring Address |
Software Address |
Point Name |
Location |
|
1 |
1 |
B1DO1 |
P[1].CmdStart |
SK_1A_START |
Starch Kitchen |
|
2 |
1 |
B1DO2 |
P[1].CmdStop |
SK_1A_STOP |
Starch Kitchen |
|
3 |
1 |
B1DO3 |
P[2].CmdStart |
SK_1B_START |
Starch Kitchen |
|
4 |
1 |
B1DO4 |
P[2].CmdStop |
SK_1B_STOP |
Starch Kitchen |
|
5 |
1 |
B1DO5 |
P[3].CmdStart |
SK_1C_START |
Starch Kitchen |
|
6 |
1 |
B1DO6 |
P[3].CmdStop |
SK_1C_STOP |
Starch Kitchen |
|
7 |
1 |
B1DO7 |
P[4].CmdStart |
SK_1D_START |
Starch Kitchen |
|
No |
Station |
Wiring Address |
Software Address |
Point Name |
Location |
|
1 |
2 |
B2DO1 |
P[4].CmdStop |
SK_1D_STOP |
Starch Kitchen |
|
2 |
2 |
B2DO2 |
P[5].CmdStart |
CRG_1A_START |
Corrugated |
|
3 |
2 |
B2DO3 |
P[5].CmdStop |
CRG_1A_STOP |
Corrugated |
|
4 |
2 |
B2DO4 |
P[6].CmdStart |
CRG_1B_START |
Corrugated |
|
5 |
2 |
B2DO5 |
P[6].CmdStop |
CRG_1B_STOP |
Corrugated |
|
6 |
2 |
B2DO6 |
P[7].CmdStart |
CRG_1C_START |
Corrugated |
|
7 |
2 |
B2DO7 |
P[7].CmdStop |
CRG_1C_STOP |
Corrugated |
|
No |
Station |
Wiring Address |
Software Address |
Point Name |
Location |
|
1 |
3 |
B3DO1 |
P[8].CmdStart |
CVY_1A_START |
Conveyor |
|
2 |
3 |
B3DO2 |
P[8].CmdStop |
CVY_1A_STOP |
Conveyor |
|
3 |
3 |
B3DO3 |
P[9].CmdStart |
CVY_1B_START |
Conveyor |
|
4 |
3 |
B3DO4 |
P[9].CmdStop |
CVY_1B_STOP |
Conveyor |
|
5 |
3 |
B3DO5 |
P[10].CmdStart |
CVY_1C_START |
Conveyor |
|
6 |
3 |
B3DO6 |
P[10].CmdStop |
CVY_1C_STOP |
Conveyor |
|
7 |
3 |
|
|
|
Spare |
Setelah semua
data konfigurasi dipersiapkan maka langkah
selanjutnya adalah melakukan konfigurasi sistem
yang hendak anda pakai.
BEBERAPA CONTOH
PRODUK SOFTWARE CONFIGURATION
SYSTEM
http://www.aboutplcs.com/P3000/software/help/212.htm
http://www.sixnet.com/product/configuration-loader-127.cfm
http://www.directindustry.com/prod/opto-22/configuration-software-for-i-o-board-27459-595139.html
http://www.acromag.com/catalog/382/Ethernet_Network_I_O/Modbus-RTU_I_OModules/SoftwareSupport/900C-SIP
http://www.kollewin.com/blog/rslogix5000-version/
Untuk melakukan
konfigurasi terhadap input dan output yang
dipergunakan, maka dibutuhkan perangkat utility
sebagai konfigurator perangkat untuk
mengkonfigurasi jenis I/O yang dipergunakan dan
penentuan tipe signal I/O dan penentuan letak
modul I/O secara local atau remote rack.
Pertama-tama kita
harus
meng-konfigurasi setiap modul digital input yang
kita pergunakan. Modul digital input ini terhubung
dengan sejumlah , kontak point relay, contactor
atau push button. Dimana masing-masing digital
input terkoneksi ke terminal modul yang anda
pergunakan. Masing-masing modul mempunyai
beberapa I/O yang harus terlebih dahulu di set
konfigurasi agar nantinya alamat-alamat pada
modul-modul kontroler tersebut bisa
berkomunikasi dengan tepat dengan komputer.
Sebagai contoh :
Modul 1 berada pada alamat
perintah program di address I1(1), baudrate
38400, checksum disable, serta description modul
kontroller anda tentang spesifiksi untuk I/O
dengan berikut jumlah I/O atau spesifikasinya.
Setelah I/O Configuration untuk modul input ini
selesai maka
RSLogix 5000
secara otomatis akan
membuat tag-tag untuk modul ini.
Format Tag bisa dibagi dalam 2 format yaitu tag
yang menyatakan data input status dan tag yang
menyatakan pernyataan perintah atau command.
Tentu saja data input merupakan serangkaian
kumpulan data input dari seluruh unit sistem
yang hendak dimonitoring dan ini disebut sebagai
TagArray.
Pilih jenis
modul yang anda pergunakan dan masukkan jenis
modul dalam software konfigurasi. Informasi pada tag yang
tersedia tergantung pada jenis module yang
digunakan sedangkan nama tag tergantung pada
lokasi module tersebut pada chassis (slot dan
local atau remote) Secara umum format tag I/O
adalah sebagai berikut:
Location:SlotNumber:Type.MemberName.SubMemberName.Bit
alamat modul : ID
Module : Nomor Channel
| No |
Tag Name |
Address |
| 1 |
AI (0) |
1:7017:8 |
| 2 |
AI (1) |
2:7017:4 |
| 3 |
AI (2) |
1:7017:6 |
| 4 |
AI (3) |
3:7017:5 |
| 5 |
AI (4) |
2:7017:1 |
| 6 |
AI (5) |
4:7017:1 |
| 7 |
AI (6) |
1:7017:2 |
| 8 |
AI (7) |
1:7017:3 |
IV. Pembuatan HMI
Langkah-langkah yang harus anda lakukan sebelum membuat
project HMI atau SCADA antara lain :
- Setting Komunikasi
- Konfigurasi Tag
- Grafik.
Hal penting dalam pemilihan program HMI atau SCADA adalah
seberapa besar jumlah "tags" yang anda butuhkan.
Dalam
banyak aplikasi software yang muncul, tingkat pemakaian
dibagi dalam beberapa jumlah "tags", yang merupakan variabel
penting tingkat pemakaian yang dibutuhkan. Keputusan berapa
tag yang anda butuhkan akan menentukan tingkat kemudahan
ataupun tampilan HMI
atau SCADA yang anda rancang.
Tag adalah variabel yang terdapat pada
software HMI / SCADA. Di dalam software terdapat
beberapa tipe tag tergantung dari I/O dari PLC
atau modul yang anda pakai selain PLC.
Diantaranya parameter digital, integer, real,
string dll.
Salah satu fungsi Tag adalah untuk menyimpan data. Tag adalah sama
seperti variable pada bahasa pemrograman komputer. Tiap-tiap
tag mempunyai nama dan jenis data (data type) yang
disimpannya. Tag I/O dibuat secara otomatis pada saat
mengkonfigurasi modul I/O, sedangkan data-data lainnya
seperti timer, counter, internal relay (Bit file) yang
memerlukan tag harus dibuat terlebih dahulu.
Beberapa pertimbangan penting yang harus diprioritaskan
dalam perancangan HMI bisa meliputi hal berikut :
- Kemampuan antar muka dengan terminal
serial RS 232
- Program aplikasi HMI yang mudah
digunakan ( user friendly ).
- Kemampuan merekam data pengukuran ke
dalam bentuk basis data ( MS Access )
- Kemampuan menampilkan data dalam bentuk
grafik, tabel, diagram atau animasi.
Untuk membuat HMI anda bisa menggunakan 2
pilihan software yang bisa anda pakai sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Anda bisa
menggunakan pilihan software jadi seperti
Wonderware, LabView dan sebagainya.
4.1. Pembuatan Program Tampilan
Untuk membuat tanpilan HMI, secara garis besar anda bisa memakai 4 program yaitu :
-
Sub program komunikasi data.
-
Sub program penampil data
-
Sub program penyimpanan data, tampilan data, dan tampilan data rekam.
-
sub program pelaporan data.
Sub program komunikasi data adalah program yang menjamin terselenggaranya hubungan komunikasi port serial RS 232 dengan HMI. Komponen utama yang bisa anda gunakan adalah Active Control Microsoft Comm Control ( mscomm32.ocx). Karena komponen ini menyediakan komunikasi serial yaitu kemampuan mengirim dan menerima data melalui port serial.
Untuk menampilkan data tabel atau grafik, anda bisa menggunakan technology microsoft ActiveX Data Object sebagai software koneksi data Ms Access dengan Visual Basic ( jika anda menginginkan memakai software Visual Basic ).
Proses Penyimpanan Data terjadi saat port serial dalam keadaan membuka ( port open ), maka data yang masuk langsung disimpan ke file penyimpan data Ms Access.
Koneksi DATABASE

MySQL database dapat diakses dari PC yang menjalankan Windows menggunakan ODBC (Open Data Base Connection). Perlu diketahui bahwa saat ini hanya tersedia untuk PC. Hal ini memungkinkan aplikasi seperti Delphi untuk bertukar data dengan database di server MySQL. Untuk mengaktifkan ini, MyODBC, ODBC driver untuk MySQL, harus diinstal pada PC anda. Hal ini sudah diinstal pada Staff WTS service, namun jika Anda memerlukannya di stand-alone PC, Anda harus men-download versi 3,51 dari MySQL di situs Web http://www.mysql.com/downloads/api-myodbc-3.51 . html dan menginstalnya. Sebelum Anda dapat menggunakan ODBC, Anda harus mengatur Data Source atau DSN, yang mencakup informasi tentang database yang akan diakses. Hal ini dilakukan dengan menggunakan ODBC Data Source Administrator. Jika Anda sudah menginstal MyODBC di mesin pc sendiri, tool ini akan ditemukan dalam Windows Control Panel. Nama dan lokasi berbeda-beda, tergantung pada versi Windows yang Anda gunakan. Mungkin disebut Data Sources (ODBC) atau ODBC.

|